back
Resiko Downtime Data Center

Source: unsplash.com

Sejak pandemi COVID – 19 melanda negara Indonesia, kondisi ini menjadi pendorong berkembangnya teknologi digital dan transformasi digital yang sangat cepat. Selain itu semakin meningkatnya kebutuhan managed service dan managed network dalam mengelola infrastruktur penyimpanan, pengolahan data dan jaringan sebuah perusahaan. 

Kini data center menjadi kebutuhan yang wajib dimiliki oleh berbagi organisasi. Dengan adanya infrastruktur ini, akses server data, aplikasi, maupun website dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Tak hanya itu, kecepatan akses hingga skalabilitas penyimpanan datanya yang tinggi pun bahkan bisa memicu berkembangnya layanan bisnis. Sehingga tak mengherankan jika infrastruktur ini banyak dimanfaatkan oleh berbagai industri dan juga memenuhi regulasi OJK terkait sektor keuangan diwajibkan memiliki data center atau pemulihan data cadangan jika terjadi downtime.

Meskipun pemanfaatan data center membawa keuntungan bagi pengusaha, nyatanya infrastruktur ini juga bisa mengalami downtime. Jika bisnis Anda menggunakan infrastruktur data center, Anda pastinya tahu betul downtime berpotensi menjadi ancaman bagi keberlangsungan bisnis. Menurut lama web Techno Business dalam ulasannya kerugian finansial yang diderita bisnis akibat downtime pada pusat data diperkirakan mencapai US$740.357 per kejadian biasanya dialami oleh perusahaan skala menengah ke atas. Rata-rata penyebabnya adalah karena kegagalan Uninterruptible Power Supply (UPS) sebanyak 25%, serangan siber (22%), kesalahan manusia (22%), dan kegagalan generator (6%). Sehingga diperlukan kesiapan Business Continuity Plan (BCP) agar bisnis tetap berjalan saat terjadi bencana atau kesalahan manusia (human error)

Selain kerugian finansial, downtime juga akan mengakibatkan kerusakan data kritikal, terganggunya produktivitas organisasi, kerusakan peralatan dan aset lain, hilangnya kepercayaan dari stakeholders, dan hancurnya reputasi merek. Downtime bisa menyebabkan sesuatu yang lebih parah dan menyebabkan kelumpuhan pada bisnis yang tidak direncanakan.

Oleh karena itu, Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal untuk mencegah terjadinya kerugian tersebut. Beberapa tips di bawah ini bisa menjadi solusi untuk mencegah downtime pada data center akibat kegagalan hardware atau sistem :

1. Memiliki Data Center dan Sumber Daya yang Handal

  • Resiko Data Center

Source : Freepik.com

  • Untuk mencegah dampak atau resiko kerugian akibat downtime, Anda harus memiliki sumber daya yang andal saat menggunakan data center (main site). Terutama dalam segi infrastruktur IT harus benar – benar handal dan optimal serta memiliki dokumentasi yang lengkap. Pastikan juga perusahaan Anda memiliki layanan Disaster Recovery Center (DRC) dari provider yang terpercaya untuk mencegah kemungkinan terburuk saat data center utama Anda rusak atau tidak berfungsi.

Elitery adalah perusahaan penyedia layanan Disaster Recovery Center (DRC) yang sudah berpengalaman dan memiliki lebih dari 80 klien dari sektor keuangan pengguna DRC Elitery. Layanan tersebut akan menjamin operasional sistem tetap berjalan saat terjadi gangguan, dan menjamin keamanan data center Anda. Sumber daya berikutnya yang tidak kalah penting adalah adanya power supply yang stabil, memiliki perlindungan terhadap kebakaran, environment control, dan pendingin ruangan hingga fitur security emergency exit. Dan pastikan data center Anda di lingkungan terpisah dan kebersihannya terjaga.

2. Pemeliharaan (Maintenance) Secara Berkala

Resiko Downtime Data Center

Source : pexec.com

Pemeliharaan secara berkala bisa menjadi solusi untuk mencegah downtime pada data center. Seperti memastikan UPS Server dalam kondisi baik dan mengecek baterai UPS apakah masih layak digunakan atau sudah harus diganti. Dengan memperhatikan sumber daya lainnya untuk pengalihan listrik, data center dapat tetap bekerja sebagaimana mestinya ketika sumber listrik utama mati, masih ada sumber daya lainnya sehingga data center tetap bekerja sebagaimana mestinya.

Tak hanya itu saja, memonitor pendingin ruangan data center dan generator secara berkala juga diperlukan oleh perusahaan. Sebab jika departemen IT Anda melewatkan aktivitas satu ini, data center berpotensi cepat rusak hingga menimbulkan downtime akibat generator dan perantinya yang terlalu panas. Bisnis pun bisa berakhir dengan biaya perbaikan IT yang mahal memperbaiki hardware.

3. Memonitor Data Center Secara Rutin

Resiko Downtime Data Center

Source : pixel.com

Memelihara data center tentu tidak bisa dilakukan secara sembarang. Oleh karenanya, melakukan manajemen data center sangat penting bagi perusahaan. Anda bisa mulai mencari tahu apa saja yang perlu dilakukan untuk mencapai pemeliharaan yang sesuai prosedur. Selain itu, manajemen waktu juga menjadi kunci untuk pemeliharaan tersebut.

Jangan lupa untuk melakukan dokumentasi maintenance atau hasil pemeliharaan data center. Ini bisa digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisa kemungkinan masalah yang terjadi pada data center. Dengan proses tersebut, perusahaan bisa mengambil tindakan selanjutnya untuk mencegah potensi dan risiko downtime di masa yang akan datang. 

Namun jika Perusahaan Anda menggunakan penyedia layanan cloud, waktu dan potensi downtime bisa direspon dengan lebih cepat oleh tim support. Bahkan, hasil dan analisa penyebab downtime juga dilaporkan oleh penyedia layanan. Sehingga, organisasi tidak perlu repot mengidentifikasi downtime pada data center. Jika Anda membutuhkan layanan managed cloud bisnis Anda. Konsultasikan dengan Elitery yang sudah berpengalaman dalam memanajemen jenis cloud apa saja. 

Baca juga tentang : Mengenal Perbedaan Antara Private Cloud, Public Cloud, dan Hybrid Cloud Dari Cloud Computing

4. Memanfaatkan Virtual Data Center yang Berkemampuan Tinggi

Resiko Downtime Data Center

Source : unsplash.com

Menggunakan Virtual Data Center bisa menjadi solusi untuk mencegah downtime. Dengan kapasitas  penyimpanan yang memuat banyak dan Redundant Power, pengusaha bisa lebih memitigasi risiko downtime. Tak hanya itu, pemanfaatan virtual data center ini juga dapat menggeser investasi CapEx (Capital Expenditure/Pembelanjaan Modal) ke investasi OpEx (Operating Expenditure/Pembelanjaan Operasional) yang lebih dinamis. Jadi, ketika bisnis perlu untuk meningkatkan skalabilitas dan dayanya, pengusaha tidak lagi memerlukan biaya pembelian atau pemeliharaan hardware yang besar.

Selain High Availability dan efisien, menggunakan layanan virtual data center juga memudahkan bisnis untuk mengerjakan hal lainnya atau fleksibel dalam peningkatan kapasitas sistem, tenaga ahli layanan virtual data center akan mengerjakannya untuk perusahaan Anda. Bisnis pun bisa lebih fokus dan menghemat anggaran, karena tidak lagi perlu merekrut tenaga kerja untuk memelihara infrastruktur data center.

5. Melakukan Uji Coba dan Menjalankan Skenario Disaster Recovery secara berkala

Resiko Downtime Data Center

Source: unsplash.com

Untuk mencegah downtime, Anda juga harus melakukan uji coba disaster recovery dengan skenario yang sesuai prosedur untuk memastikan apakah sistem disaster recovery Anda berfungsi dengan baik. Dengan mengaktifkan skenario failover ketika terjadi downtime, semua VM yang telah direplikasi di cloud akan dikirimkan ke On-Premise untuk penggunaan resource. Sehingga, Anda tidak perlu cemas ketika kendala terjadi, karena Disaster Recovery mampu menjamin operasional bisnis dapat berjalan secara maksimal.

Namun demikian, memilih layanan Disaster Recovery juga tidak bisa dilakukan sembarangan. Anda perlu mengetahui penyedia layanan sudah melakukan skenario untuk disaster recovery berjalan secara optimal. Elitery merupakan penyedia layanan Disaster Recovery as a Service (DRaaS) terbaik di Indonesia dengan banyak layanan lainnya yang bisa Anda pelajari untuk menjaga keberlangsungan bisnis Anda. 

Elitery berkomitmen untuk membantu bisnis Anda bertransformasi di era digital ini. Konsultasikan kebutuhan IT Bisnis Anda melalui email [email protected] dan kunjungi website kami di www.elitery.com untuk mempelajari setiap produk dan layanan dari Elitery.

 

Elitery

Safeguarding, Accelerating