Mengenal Cara Kerja Cloud Networking

Cloud sudah menjadi kebutuhan bagi banyak bisnis. Cloud networking menjadi salah satu komponen dalam teknologi cloud. Tetapi apa sebenarnya apa Cloud networking itu dan bagaimana cara kerjanya? Dalam artikel kali ini akan membahas lebih detail mengenai pengertian cloud networking dan bagaimana hal itu dapat menguntungkan bisnis Anda. 

Apa itu Cloud Networking?

Cloud networking adalah praktik menghubungkan infrastruktur cloud perusahaan, aplikasi, dan pengguna. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan komunikasi, kolaborasi, dan operasi secara keseluruhan. Cloud networking memanfaatkan teknologi berbasis cloud seperti virtual private networks (VPN) atau software-defined wide area networks (SDWAN). 

Cloud networking fokus pada kemampuan pelanggan cloud atau penyedia layanan cloud untuk merancang, mengkonfigurasi, dan mengelola jaringan dasar dalam layanan cloud. Ini memungkinkan pergeseran pengelolaan jaringan, kontrol, dan konektivitas data dari on-premise ke infrastruktur cloud.

Sumber daya atau layanan jaringan yang dapat di-host di cloud meliputi:

  • 1. Perangkat lunak pengelolaan jaringan
  • 2. Konektivitas
  • 3. Router virtual
  • 4. Firewall
  • 5. Pembagian beban
  • 6. Bandwidth
  • 7. Content Delivery Network (CDN)
  • 8. Virtual Private Network (VPN)
  • 9. Domain Name System (DNS)

Perbedaan Cloud Networking dan Cloud Computing

Cloud networking dan cloud computing adalah dua hal yang berbeda, meskipun keduanya berhubungan dengan teknologi cloud. Cloud computing adalah metode untuk mengakses sumber daya komputasi, seperti komputasi, penyimpanan, dan aplikasi, melalui internet. Cloud computing memungkinkan pengguna untuk mengakses sumber daya tersebut tanpa harus memiliki infrastruktur fisik sendiri.

Baca Juga : Mengenal Secara Lengkap Tentang Cloud Computing: Pengertian, Tipe, dan Fungsi

Sedangkan cloud networking adalah metode untuk mengelola dan mengoptimalkan jaringan komputer melalui internet. Cloud networking memungkinkan pengguna untuk mengakses jaringan melalui cloud, seperti mengelola firewall, router virtual, dan layanan konektivitas melalui cloud.

Jadi, cloud computing menyediakan akses pada sumber daya komputasi, sementara cloud networking menyediakan akses pada sumber daya jaringan.

Jenis dari Cloud Networking

1. Cloud-enabled networking 

Merupakan metode Cloud Networking di mana arsitektur jaringan berada di tempat pelanggan, tetapi sebagian atau seluruh sumber daya jaringan lain yang digunakan untuk pengelolaan berada di cloud. Misalnya, infrastruktur jaringan inti, seperti pengiriman paket dan routing, akan tetap berada di tempat, sementara layanan seperti pengelolaan jaringan, monitoring, dan perawatan keamanan jaringan mungkin berada di cloud.

2. Cloud-based networking

Merupakan metode lain di mana seluruh jaringan didasarkan pada cloud. Proses ini digunakan untuk mengaktifkan konektivitas antara sumber daya dan aplikasi yang diimplementasikan di Cloud.

Cara Kerja Cloud Networking

Secara umum, arsitektur jaringan cloud harus memberikan pengelolaan, kontrol, dan visibilitas yang terpusat. Jaringan cloud dibuat menggunakan layanan berbasis cloud dan akan ditetapkan dengan cara yang berbeda tergantung pada jenis layanan cloud yang digunakan. Misalnya, dengan private cloud, arsitek memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam desain keseluruhan. Hal ini karena penyedia layanan cloud sepenuhnya mengelola perangkat keras dan perangkat lunak di mana cloud dibangun.

Untuk Public cloud, pelanggan hanya dapat mengontrol dan mengelola jaringan dalam implementasi Infrastructure as a service (IaaS). Dengan layanan perangkat lunak (SaaS) dan Platform as a service (PaaS), pelanggan tidak memiliki kontrol atas fungsi jaringan, karena sepenuhnya dikelola oleh penyedia layanan. Jika organisasi perlu mengkonfigurasi aspek jaringan mereka dalam cloud publik, IaaS adalah pilihan terbaik mereka.

Organisasi mungkin juga memilih untuk beroperasi dalam arsitektur cloud hybrid. Artinya, beberapa aplikasi, data, dan layanan berada di tempat, sementara yang lain dipindahkan ke penyedia layanan IaaS. Skenario ideal bagi organisasi dengan metode ini adalah menirukan ruang alamat IP jaringan, kebijakan, dan prosedur yang sudah ditentukan di data center mereka sendiri.

Beberapa bisnis bahkan dapat melakukan langkah lebih jauh dengan menggunakan beberapa penyedia layanan cloud dalam arsitektur multi-cloud. Simetri di antara cloud sangat penting dalam metode ini, baik dari perspektif operasional maupun pengelolaan cloud. Organisasi yang bergerak ke arah multi-cloud harus mampu mengelola routing, daftar akses, pembagian beban, dan fungsi jaringan lainnya, tidak peduli di cloud mana mereka berada. Alat pengelolaan multi-cloud harus dibangun dengan tujuan tertentu untuk menciptakan lapisan perangkat lunak antara cloud privat dan publik, yang menyembunyikan perbedaan dasar dalam pengelolaan konfigurasi. Opsi multi-cloud jauh lebih kompleks dibandingkan opsi lainnya.

Manfaat dan Tantangan dari Cloud Networking

Manfaat dari cloud networking meliputi:

  • 1. Scalability

  • Cloud networking dapat di skala sesuai kebutuhan, sehingga dapat menyesuaikan dengan pertumbuhan atau perubahan dalam organisasi.
  • 2. Flexibility

  • Cloud networking memungkinkan organisasi untuk mengubah konfigurasi jaringan dengan cepat dan mudah.
  • 3. Cost-efficiency

  • Cloud networking dapat mengurangi biaya dengan mengoutsourcing infrastruktur jaringan dan pengelolaan jaringan ke penyedia layanan cloud.
  • 4. Remote access

  • Cloud networking memungkinkan akses jarak jauh ke jaringan organisasi, sehingga memungkinkan para karyawan untuk bekerja dari mana saja.

Beberapa tantangan dari cloud networking meliputi:

  • 1. Keamanan

  • Cloud networking menimbulkan risiko keamanan yang lebih besar karena data dan jaringan organisasi di-host di luar premis.
  • 2. Ketergantungan pada koneksi internet

  • Cloud networking sangat tergantung pada koneksi internet yang stabil dan cepat.
  • 3. Keterbatasan dalam kontrol

  • Organisasi mungkin kehilangan kontrol atas jaringan dan sumber daya jaringan karena mengoutsource ke penyedia layanan cloud.
  • 4. Biaya tambahan

  • Organisasi mungkin harus menanggung biaya tambahan untuk menggunakan layanan cloud networking.

Scroll to Top
×

Welcome to Elitery
Our support team is here to help you find the right solutions

×